ONLINE 24 JAM
SELURUH GAMBAR SERTIFIKASI LEGALITAS KLINIK DE NATURE INDONESIA DAPAT KAMI INFOKAN MELALUI CHATTING WHATSAPP - LINE STANDAR PRODUK INTERNASIONAL ( ISO ) DAN NASIONAL BPOM - HALAL MUI JUGA SEBAGIAN TESTIMONI KESEMBUHAN PASIEN BESERTA HASIL LABORATORIUM SETELAH KONSUMSI OBAT DE NATURE BUKTI RESI KIRIMAN LUAR NEGERI DAN DALAM NEGERI YANG BISA DICEK SECARA ONLINE SEBAGAI REFRENSI PAKET TELAH SAMPAI TUJUAN
Beranda » Antibiotik Herbal » Menjaga Kesehatan Miss V

Menjaga Kesehatan Miss V

Kode : -
Berat : gram
Stok :
Kondisi : Baru
Kategori : Antibiotik Herbal, Anyang anyangan, Ciri Gonore, Ciri Sipilis, Gonore, Infeksi Menular Seksual, Infeksi Saluran Kemih, Isk, Kencing Nanah, Keputihan (Fluor Albus - White Discharge - Leukorea), Klamidia ( Chlamydia ), Klinik Penyakit Kelamin, OBAT SIPILIS, Penyakit Rajasinga, Pipis Sakit, Sifilis, Sipilis, Spesialis Penyakit Kelamin, Tanda Gonore, Tanda Sipilis
Dilihat : 26 kali
Review : Belum ada review
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.

Bagikan informasi tentang Menjaga Kesehatan Miss V kepada teman atau kerabat Anda.

Deskripsi Menjaga Kesehatan Miss V

Bertepatan dengan pembahasan pada episode artikel hari ini, yaitu Menjaga Kesehatan Miss V, yang secara mendasar jenis penyakit tersebut tak luput dari awal mula kenapa si pasien bisa ‘menanggung’ secara positif tertular salah satu jenis bakteri berbahaya yang ada di muka bumi saat ini. Sebab itu ada baiknya mempelajari lebih jauh lagi pada bagian yang ‘tak dianggap’ misalnya mengapa seseorang didiagnosa telah mengidap bakteri mematikan tersebut. Mari.. Kita lihat bersama keterangan pada paragraf halaman selanjutnya

Admin mempersilahkan untuk bapak/ibu sekalian sudi menonton persembahan visual sekilas dari video seputar CV. De Nature Indonesia, berikut videonya…

PENJELASAN PENYAKIT RAJASINGA ALIAS SIFILIS
Penyakit kelamin sipilis atau dikenal dengan istilah penyakit rajasinga ternyata merupakan peradangan (infeksi) yang muncul lantaran bakteri tergolong ganas bernama Treponema pallidum.

KLIK → Mengobati Sipilis Dengan Selain Resep Dokter
                 Cara Mengobati Sipilis Dengan Remuan Tradisional
                 Pengobatan Herbal Untuk Penyakit Rajasinga Atau Sipilis

Seperti kita tahu bahwa sipilis merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang sangat berbahaya, bahkan sebagian kasus sampai merenggut nyawa sewaktu dianggap remeh tanpa penanganan cepat dan tepat. Mayoritas peradangan (infeksi) tersebut meluas melalui hubungan intim terhadap pasien yang terinfeksi, bukan saja lewat aktifitas seksual bakteri yang mengakibatkan penyakit sifilis juga bisa menyebar melalui paparan cairan tubuh si pengidap misalnya melalui darah atau air liur yang ada ruam merah seperti sariawan. Rata-rata sentuhan langsung terjadi ala seks vaginal (lewat kemaluan wanita), anal (anus) maupun oral (mulut). Ditinjau secara ilmiah membuktikan bahwa berbagi jarum secara bergantian bisa menularkan peradangan (infeksi) penyakit tadi baik pada ‘pemuja’ narkoba suntik maupun untuk kelompok yang suka dengan seni ‘menggambar’ fisik seperti menato dan tindik kuping.

penyakit gonore-antibiotik untuk infeksi saluran kemih-ciri isk

Menyebarnya bakteri pemicu penyakit rajasinga atau yang sering diistilahkan sipilis juga terjadi dari seorang wanita yang sedang hamil terhadap embrio dalam kandungannya, berdasarkan informasi nan kredibel nominal eskalasi problematikanya sampai detik ini cukup berada dilevel ‘gawat ya’. Adapun perihal tahapan ini dalam istilah medis populer dengan nama sipilis kongenital. Dampak kemungkinan terburuk ialah ‘akhir hayat’ sang bayi yang ada dalam perut ibunda bisa terjadi sebab pengaruh infeksi tadi. Realita sesungguhnya bahwa bakteri yang mampu menghadirkan infeksi penyakit menular seksual (PMS) tak bisa ‘bertempat’ lama berada di luar tubuh manusia alias (kemungkinan musnah seiring waktu pada akhirnya), demikian juga penyakit tadi tergolong mustahil beralih bakterinya dengan cara-cara di bawah ini:

  • Memakai ‘bilik air’ bergantian dengan seseorang yang tertular rajasinga.
  • Bercampur dalam pemakaian alat makan yang sama.
  • Mengenakan busana yang sama.
  • Bercampur dalam kolam renang ataupun kamar mandi yang sama.

Gejala awal pada sifilis ialah terlihat kira-kira tiga pekan selepas bakteri memasuki tubuh. Infeksi sipilis digolongkan menjadi 4 etape utama, sebagai berikut:

Sipilis Primer (Awal)
Pasien sipilis dominannya akan mengetahui cirinya yang didahului seperti warna muram atau bintil-bintil merah di organ intim laki-laki/perempuan maupun di dalam dan sekitar mulut. Lecet yang terjadi berwujud kaya gigitan lebah akan tetapi tidak menghasilkan rasa sakit. Pada periode tersebut, seandainya pasien yang terinfeksi berhubungan intim terhadap individu lain, pastinya penjalaran tidak muskil terjadi. Luka tersebut berlangsung dalam waktu (tiga puluh sampai enam puluh) hari. Alhasil, lesi tersebut biasanya sembuh tanpa menyisakan bekas.

kelamin bengkak bernanah gatal-vagina perih sakit setelah berhubungan

Penyakit Rajasinga Sekunder (Kedua)
Individu yang tertular sipilis sekunder alias etape 2 akan dihadapi dengan semacam bintil-bintil merah pada permukaan kulit selayaknya koin kecil dan rata-rata bintil merah ini muncul di telapak tangan kemudian tapak kaki. Gejala lain yang mudah mengikuti proses ialah meriang, semangat menyantap makanan hilang begitu saja, sakit merih ‘tenggorokan’ ataupun penyakit jengger ayam. Etape ini bakal berlaku selama 30 – 90 hari

Sifilis Laten (alias terselubung namun berpeluang eksis)
Pasca stadium sipilis sekunder, sipilis seperti menghilang serta tidak ada mengalami ciri sama sekali. Durasi laten tersebut bakal berlangsung sekitar 2 tahun, sebelum kemudian menuju ke jenjang yang paling destruktif (bersifat merusak) kesehatan si pengidap dalam peradangan (infeksi) sifilis yaitu sipilis tersier.

Sipilis Tersier (Ketiga)
Semisal infeksi penyakit menular seksual (PMS) itu tanpa upaya pengobatan serius, maka sakit rajasinga lazimnya berpindah kepada stadium penghujung yaitu sifilis tersier. Di etape tersebut, peradangan (infeksi) sewaktu-sewaktu membawa dampak yang destruktif (bersifat merusak) pada jasmani seseorang. Akan halnya masalah kesehatan yang dideteksi akibat peradangan (infeksi) pada fase tersebut seperti kebutaan, demensia, kelumpuhan, ‘kemaluan pria tidak berdiri’, gangguan pendengaran, dan tidak jarang hingga meregang nyawa bila tak ditindaklanjuti dengan benar

Sipilis tidak sukar berpindah bakteri semasa etape primer serta sekunder. Andaikan kita sadar telah ‘kepindahan bakteri’ penyakit rajasinga, seyogianya cepat-cepat memeriksakan diri pada dokter atau balai pengobatan (ahli penyakit organ intim) guna memastikan diagnosis terhadap sipilis. Makin awal sipilis ditindaklanjuti, maka kecil kemungkinan buat penyakit rajasinga berubah menjadi ‘kronis’. (Menjaga Kesehatan Miss V)

Penyembuhan Yang Diterapkan Pada Penyakit Rajasinga
Penanganan sipilis terbilang tak rumit dilakukan jikalau ditanggulangi lebih awal, pemulihan lazimnya adalah dengan mengonsumsi antibiotik seperti Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin), serta penting untuk diingat harus dengan arahan dokter ya :). Kalau saja tanpa penanggulangan, sifilis dapat menjelma penyakit yang menyuguhkan dampak negatif serta bisa berujung pada kematian. Pasien PMS (penyakit menular seksual) yang masih dalam tahap penanganan sangat disarankan menghindari melakukan jimak sampai infeksi dinggap telah normal seperti sediakala

INDIKASI BAHWA KITA TERKENA SAKIT SIFILIS
Pesakit penyakit menular seksual (PMS) ternyata tidak sulit memindahkan bakteri penyakit itu dikarenakan tidak sedikit di antara mereka sekedar menemui simptom (gejala) kecil sehingga tanpa tahu bahwa mereka sudah ketularan. Ciri sipilis berkembang bersama dengan tahapan sifilis yang diderita.

Indikasi Pada Penyakit Rajasinga Primer (Awal)
Gejala hampir semua untuk sipilis primer yaitu tampaknya lecet atau tukak. Bintil Merah tersebut terlihat (10-90 hari) sesudah bakteri menyatroni tubuh, lecet ini kadang kala tak diperhatikan bagi pengidap sifilis disebabkan tak menimbulkan rasa nyeri. Bintil merah ini menjalar ke sekitar anggota tubuh dimana bakteri ketika pertama menyerobot, semisal terhadap penis, vagina, atau sekeliling anus. Ruam ini juga bisa timbul pada jari, mulut ataupun bibir, dan amandel.

Penanganan ruam meniadakan jangka waktu antara (tiga – enam pekan). Sejumlah pasien penyakit menular seksual (PMS), bintil merah yang keluar hanya satu tapi terdapat pula yang mendatangkan tak kurang dari satu ruam. Di samping itu, sipilis primer juga bisa diidentifikasi oleh adanya basal alias bengkak glandula (kelenjar) di area leher, ketiak, atau celah paha. Sipilis bakal naik setingkat jadi starata kedua bilamana tak diatasi mulai awal. (Menjaga Kesehatan Miss V)

Tanda Atas Penyakit Rajasinga Sekunder
Beberapa minggu sehabis bintil merah menghilang artinya tanda sifilis sekunder akan timbul. Ruam berpeluang muncul pada bagian tubuh manapun terlebih di telapak tangan serta kaki. Indikator yang lain yaitu caplak (kutil) pada alat genital wanita dan pria, yang khas bagi perempuan ialah ketuat akan timbul di daerah vagina. Sebaliknya kemunculan uci-uci (kutil) pada area anus bakal dihadapi laki-laki dan perempuan.

Ciri yang hampir sama dengan sakit selesma (flu) dapat pula timbul. Pasien akan mempunyai rasa letih, nyeri area kepala, nyeri di sekeri (persendian) siku atau lutut, serta panas badan. Tak hanya itu ternyata perampingan bobot fisik dan kegundulan rambut gampang berlaku, glandula (kelenjar) limfa ikut terjadi pembesaran.

Gejala-gejala tadi akan terjadi jangka waktu beberapa minggu, juga bakal hadir dan menyembunyikan keberadaannya secara berlarut-larut dalam periode beberapa bulan kemudian. Kalau saja sifilis sekunder tak ditanggulangi sesuai arahan, peradangan (infeksi) dapat berubah menuju periode berikutnya.

Tanda Pada Sipilis Laten (menyembunyikan keberadaannya tapi berkesempatan timbul)
Pada periode ini bakteri tidak kemana-mana alias ada, namun sipilis tak mendatangkan indikator apa pun. Sementara satu tahun di awal stadium penyakit rajasinga laten, peradangan (infeksi) tentu dapat berpindah bakterinya. Sehabis 2 tahun, peradangan (infeksi) bermarkas ada di dalam badan si pasien, tapi tidak mampu dijangkitkan buat individu lain kembali. Periode ini akan berproses dari tahun ke tahun lamanya. Manakala tak diobati sesuai arahan, sipilis laten dapat berlanjut menuju sifilis tersier (tahap sifilis yang paling ‘gawat’).

Indikasi Buat Sifilis Tersier (Ketiga)
Diperkirakan (tiga puluh persen) penderita sifilis yang tak diatasi secara serius dapat menanggung ‘sengsara’ etape tersier. Simptom (gejala) sifilis tersier berawal dari beberapa tahun sesudah infeksi saat pertama menggerogoti badan si pasien. Elemen tubuh di titik bakteri sipilis pertama nerabas sehingga terjadi impresi (pengaruh) terhadap simptom (gejala) yang dialami.

Di stadium tadi, sifilis bisa kian serius serta terlebih lagi sampai berdampak merenggut nyawa seseorang. Penyakit rajasinga tersier kebanyakan menyebabkan gangguan pada jantung, organ penglihatan manusia, pusat saraf, organ tubuh yang mengambil sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu, urat tempat darah mengalir, tulang, serta sendi-sendi. Alhasil orang yang terinfeksi bakal terjadi serangan otak disertai kelumpuhan (struk), sakit jantung, maupun kebutaan gara-gara infeksi menular seksual tadi. (Menjaga Kesehatan Miss V)

Gejala Bagi Sipilis Kongenital
Perempuan dalam kondisi hamil dan memperoleh penyakit rajasinga dapat membaurkan bakteri peradangan (infeksi) pada calon bayinya. Bawaan tersebut sanggup ditekan jumlahnya bila si perempuan ditangani sesuai petunjuk sebelum kehamilan memasuki 16 minggu. Semisal tak ditangani secara tepat, komplikasi berikut dapat berlaku:

  • Persalinan gagal atau bayi meninggal dalam perut
  • Bayi (si kecil) menghembuskan nafas terakhir sesaat setelah terlahir ke dunia
  • Keluron (terjadi keguguran)
  • Si kecil (bayi) terlahir bersama sifilis
  • Bayi keluar dari kandungan prematur

Bayi yang lahir ke dunia bersama kongenital penyakit rajasinga dalam kondisi tidak meninggal, lazimnya tak merasakan indikator semata. Akan tetapi terdapat probabilitas (kemungkinan) menjedulnya permukaan kulit berbintik merah pada tapak kaki serta tangan. Simptom (gejala) yang mungkin lamakelamaan berubah terhadap anak yang dilahirkan membawa penyakit rajasinga, seperti:

  • Perubahan bentuk gigi
  • Progres tulang yang kurang optimal
  • Kelainan pendengaran
  • Tidak dapat mendengar
  • Kerangka alat penciuman manusia yang papar (rata)

Diskusikan pada dokter atau pakar penyakit kelamin kalau saja seorang ibu memiliki PMS (penyakit menular seksual) serta masih dalam keadaan ‘berbadan dua’ 🙂

KETIDAKSESUAIAN ANTARA SIFILIS DENGAN KENCING NANAH (GONORE)
Gonore (kencing nanah) dan sifilis ialah infeksi PMS (penyakit menular seksual) dengan pemicu yang berbeda. Kencing nanah (gonore) disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae adapun sifilis diakibatkan oleh bakteri Treponema pallidum, ciri yang terlihat pun berbeda, ya… kendati masih banyak yang beranggapan agak ada kemiripan 🙂 . Beberapa ciri yang umum dialami :

PASIEN GONORE (KENCING NANAH)

  • Terasa panas ketika BAK (buang air kecil) disertai adanya lendir seperti sperma (agak kekuningan) dari muara kelamin
  • Diujung ‘helm’ organ intim pria kaya anyang – anyangan
  • Perut sekitar bawah sedikit nyeri
  • Keluhan lain terhadap laki – laki berupa nyeri pada biji kemaluan, mengalami pembengkakan pada kulup
  • Pipis nanah dan darah ada kalanya gabung sekaligus, cuma tidak luka bagian luar penis
  • Masalah yang lain terhadap wanita : datang bulang kian sukar, nyeri saat berhubungan intim

PENDERITA SIPILIS

  • Terlihat keluhan adanya lecet pada permukaan kulit organ intim laki-laki yang tidak gatal serta tidak nyeri
  • Lecet pada penis meneteskan lendir sedikit kuning diikuti nanah
  • Luka kemungkinan akan mendingan dengan sendirinya cukup mudah hanya saja basil (kuman) tadi biasanya menjadi serius terhadap tubuh sehingga mengganggu dari dalam serta bakal balik lagi eksis beberapa waktu kemudian

MENGETAHUI HASIL PENGUJIAN PENYAKIT RAJASINGA
Lekas tanyakan kepada medikus atau poliklinik (khusus penyakit organ intim) jikalau adanya probabilitas (kemungkinan), ternyata Anda sudah ketularan penyakit menular seksual (PMS). Seandainya penyakit menular seksual (PMS) ditanggulangi sesuai arahan, niscaya komplikasi yang ‘gawat’ bisa dihindari sehingga ambisi buat pulih sepenuhnya menjadi terbuka lebar.

Sebagai pendahuluan, dokter (medikus) dari poliklinik bakal menanyakan seputar gejala yang mas/mba punyai sebelum mengadakan pemeriksaan fisik secara keseluruhan. Khususnya penanganan di seputar alat genital dan juga dubur, petugas medis pun biasanya mengamati eksistensi bintik kulit kemerahan maupun kulit tumbuh di rakungan ‘tenggorokan’ dan mulut. Begitupun, dokter atau klinik (pakar sakit alat vital) biasanya bakal menyampaikan kepada Anda agar melangsungkan beberapa pengecekan berikut ini:

Tes Darah
Setelah pemeriksaan kondisi tubuh tanpa hambatan apapun, barulah dilakukan cek darah untuk meyakinkan keberadaan infeksi penyakit rajasinga pada internal tubuh bapak/ibu sekalian. Tes darah mampu mendeteksi keberadaan zat (alias antibodi) pemberantas bakteri virus yang diciptakan oleh tubuh guna memberantas sifilis. Benteng pertahanan (antibodi) pada bakteri penyakit rajasinga bakal terus-menerus berada dalam fisik manusia secara menahun

Salah satu cek darah yang tersendiri untuk menemukan bakteri Treponema pallidum adalah Treponemal Antibody Test. Individu dengan status cek berupa afirmatif (alias positif), hampir niscaya akan tervonis tertular PMS (penyakit menular seksual) yaitu sipilis. Hanya saja tes ini bakal terus membiarkan hasil afirmatif (alias positif) dari tahun ke tahun setelah sifilis ditindaklanjuti. Akhirnya, agar bisa mendeteksi apakah seseorang mengidap penyakit rajasinga masa kini atau memang sudah pada masa lalu, tentu saja diperlukan pengetesan ekstra yang diistilahkan RPR (Rapid Plasma Reagin). Seseorang yang lagi mempunyai penyakit menular seksual (PMS) sipilis dapat memperlihatkan status Treponemal Antibody Test positif disertai RPR positif.

Peradangan atau infeksi penyakit rajasinga lazimnya berimbas ‘gawat’ pada bayi di dalam janin atau anak yang belum lama dilahirkan. Oleh karenanya, ibu hamil diharap agar melaksanakan pengecekan darah pada PMS (penyakit menular seksual) sipilis. Cek tersebut dominannya dilakukan bilamana usia ‘buntingan’ berada di jarak 3 – 5 bulan. Tatkala kejelasan status sifilis telah ditetapkan, perawatan maupun penyembuhan alangkah baiknya diadakan dengan segera.

Meneliti Cairan Bintil merah ‘luka’ Atau Tukak
Seumpama terdapat lecet, seorang medikus (dokter) ahli biasanya menampung sedikit cairan dari bintil merah ‘luka’ sebagai percontohan (sampel) agar diadakan pendalaman di laboratorium. Tes tersebut semata boleh diaplikasikan untuk penyakit rajasinga primer (awal) juga sekunder (kedua), yaitu apabila ada lecet maupun tukak. Sampel cairan dapat menampilkan hasil benarkah terdapat bakteri yang menyebabkan penyakit rajasinga.

PENANGANAN PENYAKIT RAJASINGA SECARA HERBAL
Adapun untuk mengobati kencing nanah (gonore), sipilis, kutil di wilayah faraj dan zakar, clamidya, dan lainnya, dari Klinik De nature memberikan beragam jenis racikan obat antibiotik alami – antivirus – antibakteri diantaranya GANGJIE – GHOSIAH – PIPECA – HABATOP ATAU HABBATUSSAUDA – KAPSUL BERSIH DARAH – BAWANG LANANG yang mampu membantu menghilangkan keluhan yang dialami. (Menjaga Kesehatan Miss V)

TERAPI SIPILIS SECARA RESEP DOKTER ATAU ANTIBIOTIK
Penisilin (Penicillin G Procaine atau Procaine Benzylpenicillin) cukup mujarab serta dapat dipakai sebagai pemusnah penyakit menular seksual (PMS) sifilis primer ‘awal’ serta sekunder ‘selanjutnya’. Penisilin yang paling umum dimasukkan lewat suntikan, terdapat beberapa jenis antibiotik yang lain di apotek misalnya Tetrasiklin (Tetracycline), Eritromisin (Erythromycin), Ceftriaxon (Ceftriaxone), Doksisiklin (Doxycycline), Azithromicin (Azithromycin) yang juga bekerja aktif menuntaskan bakteri pembawa penyakit menular seksual (PMS) sifilis, apabila anda yang sensitif terhadap penisilin

APAKAH BISA MENEGUK REBUSAN AIR PIPER BATLE (DAUN SIRIH) SESUDAH KONSUMSI OBAT APOTIK?
Semasa pengobatan, minum rebusan air piper batle (daun sirih) bukan berarti soal yang dilarang tanpa syarat. Cuma saja keterbatasan pengetahuan seputar kegunaan dan dampak yang ditimbulkan minum air itu atas terapi penanganan sepatutnya saudara/saudari respon secara hati-hati. Untuk meminimalisasi dampak negatif maupun kemungkinan kaitannya sama terapi penanganan yang saudara/saudari jalani, bagusnya bapak/ibu kasih jeda kira-kira 2 hingga 3 jam antara minum air rebusan piper batle (daun sirih) dengan konsumsi obat. (Menjaga Kesehatan Miss V)

DAPATKAH MENGOLES ATAU MEMINUM BAWANG PUTIH UNTUK PENANGANAN SIFILIS?
Bawang putih termasuk aman seandainya dipakai lewat metode dikunyah maupun dijadikan suplemen, cuma saja allium sativum (bawang putih) yang belum diolah tidak ditekankan untuk dioleskan begitu saja pada permukaan kulit lantaran adanya konsekuensi yang mengakibatkan iritasi riskan, lebih bagus pasien tidak membalurkan allium sativum (bawang putih) pada organ intim, alasannya penis bagian dari teritori cukup peka dan lebih riskan terjadi iritasi. Berbagai mitos ada di publik seperti mengoleskan allium sativum (bawang putih) mampu menjadikan penis lebih besar atau memulihkan penyakit rajasinga sampai sekarang masih tidak pasti faktanya berdasarkan tinjuan medis.

ADAKAH REKOMENDASI MAUPUN PANTANGAN MAKANAN KETIKA MENANGGULANGI SIFILIS
Melihat gejala yang muncu berupa sakit waktu kencing ataupun keluar lendir mirip sperma yang berbau, keadaan semacam itu acapkali berlaku pada penyakit menular seksual (PMS) gonorhea. Peradangan (infeksi) ini juga disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Adapun sifilis dan kencing nanah tidak berkaitan pada makanan tertentu umpanya makanan pedas, buah semangka, telor dan lainnya. Sebab itu tidak ada pantangan tersendiri dalam urusan makanan secara medis. Tapi berbeda andaikan melakoni pengobatan dari De nature Indonesia maka terdapat beberapa larangan dan imbauan yang akan diterapkan secara sinkron dengan arahan dari spesialis pengobatan tradisional perusahaan.

BERBAGI KISAH DENGAN PASANGAN
Seandainya Anda dipastikan memiliki penyakit rajasinga, secepatnya utarakan pada pendamping hidup atau bekas pendamping hidup dari bapak/ibu agar ia bisa menjalani pengecekan juga menerima pengobatan. Bilamana Anda merasa tak percaya diri untuk mendiskusikan penyakit tadi terhadap pasangan atau eks (mantan) suami/istri saudara/saudari, mohonlah petuah dari juru rawat (dokter) ataupun klinik kesehatan spesialis penyakit kelamin. Makin elok buat saudara/saudari untuk memberi tahu pasangan mengenai PMS (penyakit menular seksual) sifilis. Andai penyakit tersebut tidak diobati sesuai petunjuk, alhasil dapat merenggut nyawa seseorang. (Menjaga Kesehatan Miss V)

KOMPLIKASI DISEBABKAN SIPILIS
Penyakit rajasinga punya peluang menimbulkan segenap komplikasi manakala disepelekan tanpa mengobatinya, sipilis juga bisa menambah risiko kemunculan sejumlah penyakit yang mencakup seperti:

  • Gangguan saraf, seperti stroke, peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), kehilangan pendengaran, rabun, ‘zakar loyo’, dan masalah kandung kemih.
  • Penyakit jantung, seperti pembengkakan batang nadi, aneurisma, problem pembuluh darah, dan kerusakan penutup organ tubuh yang menjadi pusat peredaran darah.
  • Infeksi pesakit yang mengalami sipilis juga seringkali gonta-ganti mitra seks yang memperoleh risiko tertular Human Immunodeficiency Virus dua kali lipat dari orang normal.
  • Gangguan kehamilan serta embrio. Wanita ‘berbadan dua’ yang menderita PMS (penyakit menular seksual) sipilis biasanya menyambungkan penyakit tersebut atas bayi yang terdapat di dalam perut ibunya.
  • Guma atau benjolan, kondisi ini biasanya terlihat terhadap kulit, tulang, juga organ tubuh yang mengambil sari makanan di dalam darah yang menghasilkan empedu ataupun bagian tubuh lainnya.

MELINDUNGI DIRI TERHADAP PENYAKIT RAJASINGA
1. Menjaga komitmen jalinan kasih yang telah terajut terhadap pendamping hidup termasuk kiat efektif guna mencegah diri terhadap infeksi PMS (penyakit menular seksual) sifilis. Pemakaian alat kontrasepsi bisa dilangsungkan sebagai tindakan pengaman alternatif dalam ikhtiar mengurangi impak penjalaran sifilis, terutama pada komunitas ‘perempuan malam’. Walau begitu alat kontrasepsi tersebut sekadar menangkal perambatan bakteri. Sipilis tetap dapat menjalar melalui sex oral , persoalan ini dialami tatkala mulut bergesakan langsung dengan ruam merah (luka) di penis/vagina yang telah terinfeksi. (Menjaga Kesehatan Miss V)

2. Sangat penting agar mengenakan alat kontrasepsi saat melakukan jimak baik secara vaginal (lewat kemaluan wanita), atau anal (anus). Pakailah dental dam (alat pelindung sex berbentuk karet lentur) kalau melakoni sex oral (mulut), alat itu beraksi buat pembatas antara mulut dan organ intim, dengan begitu penjalaran bakteri penyakit seksual dapat dicegah.

Suka tidak suka mesti menghindari hubungan seks secara oral (mulut), vagina (lewat alat vital perempuan), maupun anal (anus) hingga penanganan penyakit rajasinga telah dilaksanakan, Ini karena berpeluang untuk bapak/ibu infeksinya kumat lagi seumpama melakukan jimak dengan mitra asmara yang memiliki sejumlah teman seksual atau malah Anda bisa memberikan infeksi ke orang tersebut.

Penyakit rajasinga juga bisa menjalar tidak mesti lewat hubungan suami-istri. Misalkan Anda pecandu narkoba suntik ataupun fans berat seni merajah anggota tubuh misalnya menato dan menindik telinga, sangat disarankan tidak saling berjoin jarum suntik dengan orang lain, saudara/saudari disarankan untuk senantiasa mengenakan jarum yang sudah disterilkan.

Kiranya cukup ini yang dapat saya jelaskan perihal Menjaga Kesehatan Miss V, mudah – mudahan kian menambah wawasan kita semua terutama seputar penyakit menular seksual (PMS) kencing nanah atau sifilis


Ditambahkan pada: 18 September 2019

Ulasan customer dinonaktifkan: Menjaga Kesehatan Miss V

Maaf, form ulasan customer dinonaktifkan untuk produk ini

SIDEBAR